Senin, 19 Maret 2012

Bayi premature


Bayi Premature
Pengertian Bayi premature
Bayi Premature yaitu Bayi yang dilahirkan sebelum 37 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir, dianggap mempunyai masa gestasi yang diperpendek. (Kosa M Sachrin)
Penyebab terjadinya bayi premature
A. Faktor Meternal : Toksomia, hipertensi, malnutrisi atau penyakit kronis, misalnya diabetes militus. Pada umumnya, kelahiran premature berkaitan dengan adanya kondisi dimana uterus tidak mampu untuk menahan fetus, misalnya pada pemisahan premature, pelepasan plasenta dan infark dari plasenta. (Kosa M Sachrin)
B. Faktor Fetal : Klainan kromosal (misalnya trisomi autosomal), fetus multi ganda, cidera radiasi, deformitas fetus makroskopik. (Kosa M Sachrin)
C. Fantor Ibu : Penyakit yang berhubungan lansung dengan kehamilan, misalnya perdarahan anterpartum, trauma fisik dan psikologi, diabetes militus, toksomia grafidarum dan nefritis akut.
D. Usia Ibu : Angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia < 20 th, dan multi grafida yang jarak kelahirannya terlalu dekat.
E. Keadaan sosial dan ekonomi :Kedaan ini snagat berperan terhadap kejadian prematuritas. Kejadian tertinggi pada golongan sosial ekonomi rendah. Hal ini disebabkan oleh keadaan gizi dan pengawasan antenatal yang kurang.
F. Faktor Janin : Hidranion, kehamilan ganda dan kelainan kromosom.
I. faktor lingkungan : Tempat tinggal didataran tinggi, radiasi dan zat-zat beracun.
(Sitohang, 2004)
Ciri-ciri bayi premaute
Proporsi umum
a. Bayi preterm mempunyai kepala yang besar dibandingkan dengan proporsi dari ukuran badannya.
b. Toraks secara relative kecil sementara abdomen secara relative besar dan anggota gerak kecil dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya.
c. Telinga tipis dan lembek
d. Tangisannya lemah
e. Tali pusat berwarna kuning kehijauan
f. Otot lemah dan aktivitas fisik sedikit (belum ada garis tangan)
Aktivitas
  1. Lebih rendah umur gestasi bayi, maka semakin kurang aktif anak tersebut.
Pengendalian suhu
  1. Bayi preterm cenderung untuk memiliki suhu tubuh yang subnormal. Hal ini disebabkan oleh produksi panas yang buruk dan peningkatan kehilangan panas.
System Pernafasan
  1. lebih pendek masa gestasi, maka semakin kurang perkembangan paru-paru pada bayi dengan berat 900 gram alveoli cenderung kecil dengan adanya sedikit pembuluh darah yang mengelilingi stroma selular.
  2. Otot pernafasan bayi lemah dan pusat pernafasan kurang berkembang.
  3. Kurangnya Lipoprotein paru-paru, yaitu sutu surfaktan yang dapat mengurangi tegangan permukaan pada paru-paru.
  4. Ritme dan dalamnya pernafasan cenderung tidak teratur, sering kali ditemukan apnea, dalam keadaan ini timbul sianosis.

System sirkulasi
  1. jantung secara relati kecil saat lahir, pada beberapa bayi preterm kerjanya lambat dan lemah.
  2. Terjadi ekstra systole dan bising yang dapat didengar pada atau segera setelah lahir. Hal ini hilang, ketika aperture jantung fetus menutup secara berangsur-angsur.
  3. Vena di bawah kulit terlihat
System penceranaan
  1. semakin rendah umur gestasi, maka semakin lemah reflek menghisap dan menelan, bayi yang paling kecil tidak mampu untuk minum secara efektif.
  2. Lambung dari seorang bayi 900 gram memperlihatkan adanya sedikit lipatan mukosa, glandula sekretoris, demikian juga otot kurang berkembang.
  3. Hepar secara relative besar, tetapi kurang berkembang terutama pada bayi yang kecil.
Sistem urinarius
  1. pada saat lahir, fungsi ginjal perlu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  2. Fungsi ginjal kurang efisien dengan adanya angka filtrasi glomerolus yang menurun, klirens urea dan bahan terlarut rendah. Hal ini menyebabkan konsentrasi urin menjadi sedikit.
System persyarafan
  1. perkembangan susunan syaraf sebagian besar tergantung pada drajat maturitas.
  2. Pusat pengendali fungsi vital, misalnya pernafasan, suhu tubuh dan pusat refleks kurang berkembang.
System genital
  1. pada wanita, labia minora tidak ditutupi oleh labia mayora hingga aterm.
  2. Pada laki-laki, testis terdapat dalam abdomen, kanalis inguinalis atau skrotum.
Pemeriksaan bayi premature
  1. Rontgen dada, untuk melihat kematangan paru-paru.
  2. Analisa gas
  3. Kadar gula darah
  4. Kadar kalsium darah
  5. Kadar bilirubin.

Pencegahan agar tidak terjadi bayi premature
a. Tirah baring
b. Obat-obat khusus untuk mengurangi kontraksi rahim
c. Suntikan steroid untuk pematangan paru janin
d. Pemeriksaan klinik
e. Tidak beraktifitas berlebih
f. Menjaga emosi
g. ANC memantau perkembangan ibu dan bayi
Perawatan Bayi Premature
Aspek keperawatan berikut ini perlu dipertimbangkan.
  1. Penanganan
  2. Pemeliharaan suhu tubuh
  3. Incubator
  4. Pencegahan terhadap infeksi
  5. Pemberian O2
  6. Memandikan
  7. Memberi makan bayi.
Nutrisi yang diberikan
Pada bayi yang lahir premature tidak boleh terlalu banyak di beri ASI. Sekitar 10-30 Cc/Kg/BB/hari. Karena masih mengalami gangguan pada system penyerapan.
Klasifikasi asupan nutrisi pada bayi premature berdasarkan berat badan
a. Berat badan bayi >1800 gram (>34 minggu)
Langsung dapat disusui, bila tidak cukup ASI donor 8-10 kali/hari
b. Berat badan bayi 1500-1800 gram (32-34 minggu)
Di berikan ASI dengan sendok /cangkir 10-12 kali sehari, karena pada keadaan ini reflek hisap bayi belum baik, sedangkan reflek menelan sudah ada.
c. Berat badan bayi 1250-1500 gram (30-31 minggu)
Di berikan ASI perah melalui pipa orogastnik 12 kali sehari, karena reflek hisap dan menelan bayi belum ada.
Komplikasi pada bayi baru lahir
  1. system termoregulasi immature
  2. resiko tinggi integritas kulit.
  3. Resiko terjadinya Infeksi.
  4. Intoleransi aktifitas
  5. Gangguan mata, nafas, saluran cerna, pus berwarna kuning, pembuluh darah tidak menutup
  6. Hyperglikemia
  7. Hipoglikemia
  8. Jaundice
  9. Intoleransi system pencernaan
  10. System syaraf pusat immature
Asuhan keperawatan pada bayi premature
  1. posisikan untuk pertukaran udara yang optimal.
    1. tempatkan pada posisis telungkup bila mungkin.
    2. Tempatkan pada posisi telentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung menghadap kea tap dalam posisi mengendus untuk mencegah adanya penyempitan jalan napas.
  2. tempatkan bayi di dalam incubator, penghangat radian atau pakaian hangat dalam kranjang terbuka untuk mempertahankan suhu tubuh stabil.
  3. pantau suhu aksila 1 sampai 4 jam.
  4. periksa suhu bayi dengan ambeyer.
  5. cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan intervensi
  6. menjaga agar alat-alat tetap steril.







Gambar bayi prematur








KESIMPULAN
Bayi Prematur adalah bayi yang lahir kurang dari usia kehamilan yang normal (37 minggu) dan juga dimana bayi mengalami kelainan penampilan fisik.
Prematuritas dan berat lahir rendah biasanya terjadi secara bersamaan, terutama diantara bayi dengan badan 1500 gr atau kurang saat lahir, sehingga keduanya berkaitan dengan terjadinya peningkatan mordibitas dan mortalitas neonatus dan sering di anggap sebagai periode kehamilan pendek (Nelson 1988 dan Sacharin 1996)
Masalah Kesehatan pada bayi prematur, membutuhkan asuhan keperawatan, dimana pada bayi prematur sebaiknya dirawat di rumah sakit karena masih membutuhkan cairan-cairan dan pengobatan /serta pemeriksaan Laboratorium yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan terapi pada bayi dan anak yang meliputi peran perawat sebagai advokad, fasilitator, pelaksanaan dan pemberi asuhan keperawatan kepada klien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar